Bermain Origami Untuk Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi Anak DHF di Rumah Sakit

Authors

  • Karomatun Nisa Stikes Serulingmas Cilacap
  • Andin Sefrina Stikes Serulingmas Cilacap
  • Siti Rochana Stikes Serulingmas Cilacap
  • Iva Puspaneli Setiyaningrum Stikes Serulingmas Cilacap

DOI:

https://doi.org/10.35671/ritekes.v2i1.149

Keywords:

Stres Hospitalisasi, Anak Prasekolah, Bermain, Origami

Abstract

Masih tingginya angka kejadian DHF khususnya pada anak prasekolah akan berdampak pada tingginya insiden anak dirawat di rumah sakit akibat gejala yang muncul pada DHF. Proses perawatan anak di rumah sakit atau hospitalisasi seringkali menjadi stresor tersendiri bagi anak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stresor anak selama hospitalisasi yaitu bermain, salah satunya origami. Desain penelitian ini merupakan desain kualitatif pendekatan studi kasus, pada satu responden anak prasekolah yang dirawat karena DHF, bermain origami dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada penurunan tingkat kecemasan skala FIS 4 (cemas sedang) saat sebelum bermain menjadi skala FIS 1 (sangat tidak cemas) saat setelah bermain. Faktor yang berperan dalam penurunan kecemasan diantaranya pendampingan orang tua dan kebebasan anak dalam memilih kertas dan bentuk origami kesukaan. Bermain origami dapat menjadi alternatif tindakan untuk mengurangi kecemasan anak selama hospitalisasi. Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan diantaranya untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penurunan kecemasan anak selama aktivitas bermain.

References

M. G. Tansil, N. H. Rampengan, and R. Wilar, “Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak,” J. BiomedikJBM, vol. 13, no. 1, p. 90, Mar. 2021, doi: 10.35790/jbm.13.1.2021.31760.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, “Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka,” Kemenkes RI, 2023.

Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, “Waspada Demam Berdarah Dengue,” Kemenkes RI, Feb. 2026.

D. P. R. Indriyani and I. W. Gustawan, “Manifestasi klinis dan penanganan demam berdarah dengue grade 1: sebuah tinjauan pustaka,” Intisari Sains Medis, vol. 11, no. 3, pp. 1015–1019, Oct. 2020, doi: 10.15562/ism.v11i3.847.

M. J. Hockenberry, D. Wilson, and C. C. Rodgers, Wong’s Essentials of Pediatric Nursing: Second South Asian Edition, 2n South Asia Edition. Elsevier India, 2018. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=R3TWDwAAQBAJ

G. A. P. P. Pramudita, N. Y. Triana, and R. L. Suryani, “Asuhan Keperawatan Hipertermi pada Anak dengan Dengue Hemoragic Fever di Ruang Ar-Rahman Rumah Sakit Islam Purwokerto,” J. Manag. Nurs., vol. 3, no. 2, pp. 329–333, Feb. 2024, doi: 10.53801/jmn.v3i2.170.

N. A. Nengsih, “Origami Sebagai Tindakan Adjuvant Atraumatic Care Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Yang Menjalani Hospitalisasi Di Rsud 45 Kuningan,” J. Nurs. Pract. Educ., vol. 1, no. 1, pp. 11–20, Dec. 2020, doi: 10.34305/jnpe.v1i1.194.

C. H. Soetjiningsih, Seri Psikologi Perkembangan: Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-Kanak Akhir. Jakarta: Kencana, 2018. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=Afu2DwAAQBAJ

H. Buchanan and N. Niven, “Validation of a Facial Image Scale to assess child dental anxiety,” Int. J. Paediatr. Dent., vol. 12, no. 1, pp. 47–52, 2002, doi: https://doi.org/10.1046/j.0960-7439.2001.00322.x.

W. Septia and S. Zulva, “Penerapan Terapi Bermain Origami Pada An. M Usia Pra Sekolah (5 Tahun) Untuk Mengurangi Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Penyakit Typhoid Di Ruang Melati Rumah Sakit Tk.Ii Dustira Cimahi 15- 16 Mei 2023,” J. Kesehat. -Nuur, vol. 1, no. 1, pp. 43–53, Mar. 2024, doi: 10.71023/jukes.v1i1.5.

M. Jannah, Immawati, and T. K. Dewi, “Penerapan Terapi Mewarnai dan Origami Pada Anak Prasekolah yang Mengalami Kecemasan Akibat Hospitalisasi di Ruang Anak RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro,” vol. 3, no. 3, pp. 424–431, Sep. 2023.

E. A. Rukmasari and G. G. Ramdhanie, “Pengabdian Masyarakat: Berdasi (Bermain, Cerdas, Imajinasi) Terapi Bermain Bersama Anak-Anak Penderita Kanker,” J. Community Serv., vol. 6, no. 1, pp. 56–62, Feb. 2024, doi: 10.56670/jcs.v6i1.199.

W. P. Molintao, Hardianto, and Nivindy, “Terapi Bermain Origami Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia Sekolah Dasar,” vol. 2, no. 1, 2023.

N. Sriyanah and Suradi. Efendi, Buku Ajar: Keperawatan Anak. Omera Pustaka, 2023. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=-kDJEAAAQBAJ

S. Widayati, N. D. Simatupang, and R. Maulidiya, “Melipat Manakah Yang Paling Mudah ? Pada Kegiatan Melipat Satu Untuk Anak Usia Dini,” Al-Athfaal J. Ilm. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 3, no. 2, pp. 126–139, Dec. 2020, doi: 10.24042/ajipaud.v3i2.7506.

Published

2026-02-25

How to Cite

Nisa, K., Sefrina, A., Rochana, S., & Setiyaningrum, I. P. (2026). Bermain Origami Untuk Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi Anak DHF di Rumah Sakit. Jurnal Riset Teknologi Kesehatan, 2(1), 63–68. https://doi.org/10.35671/ritekes.v2i1.149