Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Lahir Terhadap Risiko Stunting pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Cilacap Selatan II

Authors

  • Yenni Kristiana STIKES Serulingmas Cilacap
  • Lina Puspitasari

DOI:

https://doi.org/10.35671/ritekes.v2i1.148

Keywords:

Balita, Berat badan lahir, Panjang badan lahir, Status gizi, Stunting

Abstract

Latar Belakang: Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah dengan angka stunting yang tinggi. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi, yang dipengaruhi oleh berat badan lahir, panjang badan lahir, dan riwayat kekurangan energi kronis selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Cilacap Selatan II. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada 30 balita yang dipilih secara simple random sampling. Variabel dependen adalah stunting, sedangkan variabel independen meliputi berat badan lahir dan panjang badan lahir. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Terdapat hubungan sedang antara stunting dan berat badan lahir (r=0,450; p=0,012) serta antara stunting dan panjang badan lahir (r=0,463; p=0,010). Kesimpulan: Berat badan lahir dan panjang badan lahir berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Pemenuhan gizi ibu sejak prakonsepsi hingga postnatal perlu diperhatikan dengan dukungan keluarga.

References

S. Susyani et al., “Maternal Risk Factor on Incidence of Stunting in South Sumatera,” Open Access Maced. J. Med. Sci., vol. 10, no. E, pp. 1599–1604, 2022, doi: 10.3889/oamjms.2022.10761.

UNICEF/WHO/WORLD BANK, “Levels and trends in child malnutrition UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates Key findings of the 2021 edition,” World Health Organization, pp. 1–32, 2021.

UNICEF, WHO, and WORLD BANK, “Level and trend in child malnutrition,” World Health Organization, p. 4, 2023.

Kemenkes RI., “Menteri Kesehatan Republik Indonesia Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022,” pp. 1–7, 2023.

Zurhayati and N. Hidayah, “Pendahuuan Stunting termasuk gangguan pertumbuhan pada anak usia dua tahun kebawah . terjadi pada periode seribu hari pertama dari dalam kandungan yang akan berdampak bagi kelangsungan hidup anak [ 1 ]. Badan tidak tinggi , beresiko memiliki berat badan,” Journal of Midwifery Science, vol. 6, no. 1, pp. 1–10, 2022.

Bupati Cilacap, Surat Keputusan Bupati Cilacap Tentang Penurunan Stunting, vol. 1. 2019.

D. D. Kusumawati, R. Septiyaningsih, and Susilawati, “Efektifitas Kartu Pintar Cegah Stunting Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting,” Jika, vol. 7, no. 1, pp. 32–37, 2022.

A. J. Sawitri, B. Purwanto, and I. -, “Birth Weight and Birth Length Affecting Stunting Incident in Toddler,” Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, vol. 5, no. 3, pp. 325–332, 2021, doi: 10.20473/imhsj.v5i3.2021.325-332.

A. J. Sawitri, B. Purwanto, and I. -, “Birth Weight and Birth Length Affecting Stunting Incident in Toddler,” Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, vol. 5, no. 3, pp. 325–332, 2021, doi: 10.20473/imhsj.v5i3.2021.325-332.

M. Ratnawati, R. Probowati, M. Sawitri Prihatini, S. F. Ningtyas, and A. F. Ulfa, “Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita,” Jurnal Health Sains, vol. 4, no. 2, pp. 104–111, 2023, doi: 10.46799/jhs.v4i2.801.

U. I. Puspitasari, I. Indrianingrum, U. M. Kudus, and I. Email, “K ETIDAKNYAMANAN K ELUHAN P USING P ADA I BU H AMIL D I,” vol. 11, no. 2, pp. 108–114, 2020.

S. Mentari and A. Hermansyah, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Upk Puskesmas Siantan Hulu,” Pontianak Nutrition Journal (PNJ), vol. 1, no. 1, p. 1, 2019, doi: 10.30602/pnj.v1i1.275.

U. Nur Handayani et al., “Short birth length, low birth weight and maternal short stature are dominant risks of stunting among children aged 0-23 months: Evidence from Bogor longitudinal study on child growth and development, Indonesia,” Malays. J. Nutr., vol. 24, no. 29, pp. 11–23, 2018.

A. Nshimyiryo et al., “Risk factors for stunting among children under five years: A cross-sectional population-based study in Rwanda using the 2015 Demographic and Health Survey,” BMC Public Health, vol. 19, no. 1, pp. 1–10, 2019, doi: 10.1186/s12889-019-6504-z.

U. Partap, E. H. Young, P. Allotey, M. S. Sandhu, and D. D. Reidpath, “Characterisation and correlates of stunting among Malaysian children and adolescents aged 6-19 years,” Glob. Health Epidemiol. Genom., vol. 4, 2019, doi: 10.1017/gheg.2019.1.

M. M. Islam et al., “Risk factors of stunting among children living in an urban slum of Bangladesh: Findings of a prospective cohort study,” BMC Public Health, vol. 18, no. 1, pp. 1–13, 2018, doi: 10.1186/s12889-018-5101-x.

P. T. Dasantos and H. Dimiati, “Hubungan Berat Badan Lahir Dan Panjang Badan,” Jurnal Averrous, vol. 6, no. 2, pp. 29–43, 2020.

Published

2026-02-17

How to Cite

Yenni Kristiana, & Lina Puspitasari. (2026). Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Lahir Terhadap Risiko Stunting pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Cilacap Selatan II. Jurnal Riset Teknologi Kesehatan, 2(1), 56–62. https://doi.org/10.35671/ritekes.v2i1.148